Cara Menggunakan Epoxy Optik?

Salah satu metode yang paling umum untuk menggabungkan dua buah kaca optik adalah ikatan epoxy. Dua lembar kaca dilapisi dengan epoxy optik, disatukan, dan epoxy dikeringkan dengan menggunakan panas, sinar UV atau keduanya. Beberapa epoxy juga bisa dipulihkan pada suhu kamar per jam (beberapa membutuhkan waktu lebih dari 24 jam).

Ikatan epoxy cukup dapat diandalkan dan sangat cocok dipraktekkan pada bangunan manufaktur ramah lingkungan karena ini adalah proses yang murah dengan hasil tinggi dan oleh karena itu telah banyak digunakan dalam pembuatan komponen optik.

Namun pendekatan epoxy serat optik juga memiliki kekurangan. Yang paling menonjol adalah meninggalkan efek kaca film yang tebal dan bervariasi. Jadi untuk aplikasi yang membutuhkan ketebalan presisi tinggi, epoxy optik bukan metode yang tepat.

Konsekuensi ketebalan epoxy yang tidak terkendali dapat menyebabkan hamburan di antarmuka tebal ini, yang mengenalkan kerugian. Dan karena epoxy sering dibuat dari bahan organik, ikatan ini tidak dapat menahan kekuatan optik intensitas tinggi atau paparan sinar UV. Selain itu, ikatan epoxy tidak tahan panas atau kuat secara kimiawi.

Karena kekurangan tersebut, komponen optik dapat bergerak dalam berbagai kondisi termal. Epoxy optik bahkan bisa larut dengan paparan kimia.

Perekat epoxy adalah komponen yang sangat penting dalam pembuatan perangkat serat optik. Setiap epoxy memiliki indeks pembiasan dan sifat optik unik, seperti bahan optik lainnya.

Semua perekat epoxy mempengaruhi cahaya yang melewati epoxy. Cahaya bisa diserap, didispersi, dan disebarkan oleh epoxy.

Kinerja optik epoxy tergantung pada prosedur preparasi epoxy. Membersihkan permukaan kontak optik dimana epoxy diaplikasikan sangat penting untuk mendapatkan ikatan epoxy yang baik.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *